Krisis Sampah di Kota Tasikmalaya Memuncak, Pasar Cikurubuk Terpunggung Limbah

Tajuk Barito – Persoalan sampah di Kota Tasikmalaya kini mencapai titik kritis. Tumpukan limbah yang meluber hingga ke badan jalan menghiasi kawasan Pasar Cikurubuk, memicu aroma busuk menyengat yang mengancam kesehatan warga serta pedagang. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi terganggu karena pembeli enggan mendekat akibat tumpukan sampah yang sudah menggunung selama sepekan terakhir.
Tak hanya di Cikurubuk, pemandangan serupa terlihat di TPS Pasar Lama, Dadaha, hingga pinggiran jalan protokol. Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wahid, mengungkapkan bahwa penumpukan ini terjadi karena frekuensi pengangkutan yang sangat tidak sebanding dengan volume produksi sampah harian.
“Ritase pengangkutan saat ini sangat timpang. Produksi sampah naik tajam, namun pengangkutan hanya dilakukan dua rit sehari,” ungkap Wahid, Selasa (12/5).
Krisis ini diperparah oleh keterbatasan jumlah pekerja. Wahid menyoroti bahwa pengangkutan sampah mayoritas digawangi oleh 116 tenaga sukarelawan yang tidak memiliki status kerja resmi maupun gaji tetap dari pemerintah. Kabar yang dihimpun menyebutkan sempat terjadi aksi mogok kerja oleh para relawan ini karena minimnya kesejahteraan, yang memicu kemacetan layanan pengangkutan dalam beberapa hari terakhir.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui adanya kendala akibat aksi mogok tersebut, namun mengklaim situasi mulai berangsur normal. Ia menegaskan bahwa pola lama penanganan sampah harus diubah dengan langkah yang lebih adaptif, termasuk rencana digitalisasi dan kerja sama teknologi dengan pihak ketiga maupun BUMN.
Di sisi teknis, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui dari 39 armada yang dimiliki, hampir separuhnya merupakan unit tua keluaran tahun 2005 yang sudah tidak laik jalan dan butuh peremajaan.
“Kami sedang mengupayakan bantuan armada ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk peremajaan tahun depan. Khusus untuk Pasar Cikurubuk, kami targetkan dalam dua hingga tiga hari ke depan sampah bisa tertangani, minimal untuk membuka akses jalan yang tertutup,” pungkas Feri.




Tinggalkan Balasan