Tajuk Barito –
Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan langkah antisipasi dan mitigasi guna mencegah penyebaran Hantavirus di Indonesia. Puan mengingatkan pentingnya kewaspadaan dini agar potensi ancaman kesehatan ini tidak meluas dan mengulang pengalaman pahit saat pandemi Covid-19.

“Semua stakeholder sebaiknya mengantisipasi dan melakukan mitigasi. Jangan sampai kita menganggap hal ini tidak perlu, lalu kemudian meluas dan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti saat Covid,” tegas Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (12/5).

Puan menekankan agar pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia diperketat sebagai langkah pencegahan awal. Menurutnya, segala jenis virus dengan potensi penularan cepat harus ditangani serius sejak dini. DPR RI pun akan segera menindaklanjuti isu ini melalui komisi terkait untuk meminta penjelasan komprehensif dari pemerintah mengenai strategi pencegahan yang akan dilakukan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) di Indonesia, seperti yang sempat menghebohkan di kapal pesiar MV Hondius. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa kasus yang pernah terdeteksi di Indonesia adalah tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Tipe HFRS yang ada di Indonesia sejak tahun 1991 hingga kini belum ada bukti penularan antar-manusia,” ujar Andi dalam konferensi persnya.

Meski risiko penularan antar-manusia pada tipe yang ada di Indonesia dinilai rendah, pemerintah menyatakan akan terus memantau situasi melalui sistem surveilans nasional dan memperketat pengawasan di bandara serta pelabuhan internasional guna memastikan keamanan kesehatan masyarakat tetap terjaga.